SELAMAT MONDOK BUAH HATIKU

oleh -26 views
Foto-dok

PALIYAN – Demi Allah, bukan kami benci hingga mengirimmu jauh ke pesantren. Bukan kami tak cinta wahai anak kesayanganku. Kami bahagia melihat tangismu hari ini, saat kami tinggal pulang. Suatu saat, kau kan merindukan tangis perpisahan itu.

Selamat berjuang, anakku! Nanti juga kau akan paham mengapa kami titipkan engkau di pesantren. Maafkan kami tidak bisa seperti orang tua lain, memberimu segudang fasilitas dan kemewahan. Maafkan kami hanya bisa memberimu fasilitas akhirat.

Nanti, saat kami berbaring di ruang tengah dengan tubuh kaku, ada anak-anakku di samping kepalaku. Itulah hari terbahagia kami nanti menjadi orang tua, anakku. Jenazah kami teriring doa anak-anak kami sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *