Penegakan Hukum Krusial Dalam Literasi Penggunaan Media

oleh -3 views

JAKARTA|Perkembangan era digital, yang ditandai dengan semakin masifnya penetrasi media sosial dalam berbagai aspek kehidupan, telah mengubah cara-cara dan pola komunikasi masyarakat dan menjadikan arus informasi mengalir dengan deras dan cepat.

Menjelang dan sesudah pesta demokrasi tahun ini, dimana pada bulan April lalu, dilaksanakan Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif, masyarakat terpapar oleh jutaan informasi tidak terverifikasi. Banyak pihak, atau golongan tertentu yang menggunakan mesin hoaks secara masif. Ada kubu yang konsisten memproduksi hoaks untuk mendapatkan dukungan. Tak ayal, warga negara Indonesia terpolarisasi, terkubu-kubu, bahkan banyak persaudaraan retak.

Hal ini merupakan tantangan besar bagi media massa arus utama (mainstream) untuk tetap menjadi penjaga pintu gerbang informasi (the gatekeeper), terutama terutama karena mereka harus bersaing dalam mengamplifikasi kebenaran dan mendistribusikan informasi dalam bentuk berita yang bisa dipertanggung jawabkan secara kaidah jurnalistik.

“Semua orang bisa jadi wartawan, kan tidak semuanya baik-baik. Ada juga penjahat, ada yang anti Pancasila, dan lain-lain. Apa yang telah terjadi? di sosmed banyak sekali konten yang isinya sampah, yakni hoax, oleh karena itu masyarakat perlu di beri literasi tentang apa yang disebut hoax, bagaina regulasinya, ada UU ITE dan lain-lain,” kata Prof. Dr. Drs. Hendri Subiakto, SH., MH., Staf Ahli Mentri Kominfo RI Bidang Hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *