“Pertama, hal yang saya lakukan kepada dia adalah mendekatkan diri kepada Tuhannya, mengajak kembali kepada jalan yang benar. Kedua, kita bawa ke tempat rehabilitasi agar ia bisa berbuat baik dan kembali ke masyarakat,” jawab seorang taruna bernama Muhammad Faizil lugas.
“Bagaimana kalau masih nekat menggunakan narkoba?” Ibu Iriana kembali bertanya.
“Apabila saran-saran kita tidak diterima, yang pertama dilakukan adalah memberi efek jera seperti sanksi yang telah diterapkan oleh pemerintah,” seorang taruna bernama Sihombing menambahkan.
Atas keberanian dan jawabannya tersebut, kedua taruna AAU itu pun diberi hadiah berupa laptop oleh Ibu Iriana.