“Kalau program Deradikalisasi sendiri adalah orang-orang yang terpapar yang sudah masuk ke dalam kelompok (Jaringan Terorisme) tersebut yang sudah menjadi pelaku radikalisme ataupun terorisme kemudian kita ajak kembali untuk mencintai NKRI,” ujarnya.
Saat ini menurut Nasir, yang menjadi ancaman Indonesia adalah radikalisme yaitu ingin mengubah pancasila dan dasar negara. Masalah terorisme dan radikalisme itu adalah masalah di semua bangsa. Orang yang menyalah artikan agama menjadi kekerasan. Islam bukan terorisme, muslim bukan teroris, tetapi ada oknum yang kemudian mengatasnamakan agama tersebut.
“Jika ada ajakan untuk merubah sistem Indonesia maka itu dipastikan adalah radikalisme. Paham atau radikal dengan cara kekerasan maka dia jelas terlibat dalam radikalisme. Kita harap keluarga kita atau orang yang kita sayangi jangan sampai terpapar. Mudah-mudahan Allah SWT melindungi kita semua, jangan sampai menjadi kacau (NKRI), Jangan sampai kita salah melangkah,” jelas Nasir.