“Adanya tanda tanah retak dan lembab itu terlihat pasca terjadi gempa pada sekitar satu bulan lalu. Awalnya saya cuma gali menggunakan gatul dan linggis sedalam 40-50cm,” jelas Wagiyono.
Hingga saat ini, Wagiyono berujar, lubang-lubang tersebut tetap terisi air meski telah beberapa kali dikuras untuk menyiram tanaman.
Dibenarkan Jagabaya Kalurahan Siraman Sudarmadi, bahwa peristiwa tersebut terjadi saat Wagiyono pemilik lahan bermaksud menanam Bawang Merah (Brambang).