Namun demikian, dalam dinamika internal partai, pengaruh tidak selalu bekerja melalui pernyataan terbuka atau dukungan formal. Ia kerap hadir melalui posisi strategis yang masih dipegang, pengalaman panjang dalam kepemimpinan, serta jaringan internal yang telah terbangun lintas periode. Dalam konteks inilah, figur-figur yang kini berada di simpul penting kekuasaan legislatif, tetap menjadi variabel yang diperhitungkan dalam proses konsolidasi Musda
Pada saat yang sama, munculnya Ketua Bapemperda : Ery Agustin Sudiyanti, SE.,MM sebagai salah satu figur yang menguat menunjukkan bahwa jalur struktural masih memainkan peran signifikan. Dalam tradisi partai besar, posisi yang menghubungkan kebijakan, anggaran, dan komunikasi internal sering kali menjadi medium konsolidasi yang bekerja senyap, tetapi efektif. Dukungan yang lahir dari ruang semacam ini tidak selalu terartikulasikan secara terbuka, namun kerap menentukan arah akhir forum pengambilan keputusan.
Selain itu, nama Ery Agustin kerap dikaitkan sebagai sosok yang berpotensi didukung oleh Heri Nugroho yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD dan Pelaksana Tugas Ketua DPD Golkar. Heri Nugroho merupakan figur lama dalam struktur partai dan pernah memimpin DPD Golkar Gunungkidul selama dua periode. Namun, dalam Musda kali ini, regenerasi kepemimpinan membuatnya tidak mungkin lagi maju sebagai calon ketua.






