Bahron Rosyid, pemantik yang diberi kesempatan pertama menyatakan, pariwisata masih tetap perlu diberi porsi.
Gayung bersambut, Ketua Paguyuban Dukuh Janaloka, Anjar Gunantoro mengutip gagasan Sri Siltan Hamengku Buwono X, bahwa Gunungkidul harus menterjemahkan konsep Samudra Hindia sebagai halaman depan (wisata bahari).
Lain lagi dengan masukan yang disampaikan Joko Janu Widiasto. Menurutnya Gunungkidul tidak boleh melupakan ketahanan jiwa. Fenomena gantung diri merupakan indikator lemahnya ketahanan jiwa. Hal yang satu ini, efeknya akan merambat pada ketahanan pangan.