“Jadi agak terkesan serem,” ujar Bahron dalam sambutan sebelum menyerahkan santunan.
PGRI Gunungkidul menurut Bahron berupaya untuk selalu memperhatikan anggotanya yang dalam kondisi sakit atau meninggal.
Haryadi, demikian Bahron menuturkan, meninggal dunia 30 Maret 2020 silam bukan karena corona melainkan Deman Berdarah (DB).
“PGRI mengirim tali duka Rp 2,5 juta,” terang Bahron.