Pramesti mengaku bahwa dirinya harus menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah salah seorang muridnya karena beberapa alasan, seperti sinyal ponsel tidak ada, bahkan tidak memiliki gawai pintar juga adanya keterbatasan pendidikan orang tua sehingga menyulitkan untuk pembelajaran.
Selain itu, Lanjut Pramesti, orang tua pun jarang mengirimkan tugas anaknya lantaran adanya berbagai alasan salah satunya paket data habis.
“Tidak bisa setiap hari berkunjung kerumah murid, karena saat ini di wilayah rumah murid saya di Dusun Blembem, Desa Candirejo kini dibatasi warga luar untuk masuk demi menjaga keamanan pandemi corona,” ucapnya. Ia tampak bersemangat mengajar muridnya meskipun Pramesti hanyalan seorang guru honorer. (Hery)