Menurut Triyanto, wastafel tersebut dipasang di berbagai destinasi wisata, terutama di wisata pantai. Lantaran permintaan tersebut, alhasil usaha Triyanto mengalami peningkatan, kontras dengan sejumlah sektor usaha lain yang terpuruk karena pandemi Covid-19.
“Untungnya kondisi usaha saya tetap stabil, bahkan meningkat selama pandemi,” ucapnya.
Usaha yang bernama Sumber Alam Abadi milik Triyanto ini sudah berjalan selama belasan tahun. Produknya berupa hasil kerajinan yang diolah dari batu, seperti pot tanaman, dekorasi dinding, tempat lampu taman, hingga patung-patung. Batu yang diolah bukan jenis sembarangan, yaitu batu jenis Paras Yogya dan batu hitam seperti digunakan pada struktur candi. Batu Paras diperoleh di Gunungkidul, sedangkan untuk batu hitam diambil dari Jawa Tengah, dekat lereng Gunung Merapi.