“Kisaran harganya mulai dari puluhan ribu sampai belasan juta, tergantung jenis, ukuran, hingga kerumitan motif produknya,” jelasnya.
Mendapat keuntungan bukan berarti tak ada hambatan. Triyanto menyebut usahanya masih terkendala di sisi tenaga. Sebab sebagian besar produk batu tersebut harus dikerjakan secara manual, demi menjaga kualitasnya.
Hal serupa juga diungkapkan Aji, salah satu karyawan Triyanto. Pria yang bertugas sebagai pengukir ini ikut mengerjakan pembuatan wastafel yang diminta oleh Pemkab Gunungkidul. Dikatakannya, Sehari bisa membuat 3 unit wastafel, Itupun dikerjakan oleh satu orang saja.