Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari). Hadis ini menjadi peringatan keras bahwa puasa tanpa penjagaan lisan dan akhlak hanya akan menyisakan lapar dan dahaga.
Para salafus shalih bahkan mempersiapkan Ramadhan jauh hari sebelumnya. Diriwayatkan bahwa mereka berdoa enam bulan sebelum Ramadhan agar dipertemukan dengan bulan suci, dan enam bulan setelahnya agar amal mereka diterima. Imam Yahya bin Abi Katsir berkata, “Doa mereka adalah: Ya Allah, selamatkan kami hingga Ramadan dan terimalah Ramadan dari kami.”
Ramadhan juga merupakan waktu terbaik untuk berdamai dengan sesama. Membersihkan hati dari dendam, iri, dan kebencian adalah puasa yang paling berat, namun paling bernilai. Hasan Al-Bashri, seorang tabi’in besar, pernah berkata, “Puasa bukan hanya menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi juga menahan diri dari dusta, kebatilan, dan perbuatan sia-sia.”

