Menjemput Ramadhan dengan Hati yang Dibersihkan

oleh -9 views

Hasan Al-Bashri pernah menasihati, “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap satu hari berlalu, maka sebagian dari dirimu ikut pergi.” Kalimat ini mengingatkan bahwa setiap Ramadhan yang datang sejatinya adalah pengurangan umur, sekaligus kesempatan terakhir yang mungkin tidak terulang.

Maka jangan sambut Ramadhan dengan sikap biasa-biasa saja. Bisa jadi inilah Ramadhan terakhir yang Allah izinkan kita jalani. Bisa jadi ini adalah kesempatan terakhir untuk sujud lebih lama, untuk menangis dalam doa, dan untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang selama ini kita tunda penyesalannya.

Ramadhan tidak menuntut kita menjadi sempurna. Ia hanya meminta kesungguhan untuk berubah, meski perlahan. Maka sambutlah Ramadhan dengan hati yang dibersihkan, niat yang diluruskan, dan tekad untuk memperbaiki diri. Sebab, para ulama selalu mengingatkan : tidak ada jaminan kita masih akan bertemu Ramadhan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *