Perang Khaibar : Ketika Kemenangan Lahir dari Ketulusan dan Kepasrahan

oleh -22 views

Dalam narasi Kisah-kisah Manusia Suci, Perang Khaibar mengajarkan bahwa pertolongan Allah sering kali datang setelah manusia mencapai batas ketidakberdayaannya. Selama masih mengandalkan kekuatan diri, kemenangan terasa jauh. Tetapi ketika hati benar-benar berserah, jalan yang mustahil pun terbuka.

Khaibar bukan sekadar kisah masa lalu. Ia adalah cermin bagi setiap manusia beriman hari ini. Betapa sering kita menghadapi “benteng-benteng Khaibar” dalam hidup: masalah yang terasa terlalu besar, jalan yang tampak buntu, dan ketakutan yang mengurung hati. Kisah ini mengingatkan bahwa kemenangan sejati tidak selalu ditentukan oleh besar kecilnya kekuatan, melainkan oleh seberapa tulus kita berdiri di hadapan Allah. Dan sebagaimana Ali bin Abi Thalib, kemenangan itu akan datang—bukan saat kita merasa paling kuat, tetapi justru ketika kita telah sepenuhnya berserah.

Pada akhirnya, Perang Khaibar bukanlah kisah tentang runtuhnya benteng batu, melainkan runtuhnya kesombongan manusia di hadapan kehendak Allah. Apa yang terjadi melalui tangan Ali bin Abi Thalib menegaskan satu prinsip abadi : kemenangan tidak pernah lahir dari kekuatan fisik semata, tetapi dari hati yang lurus dan penuh tawakal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *