Gantung Diri di Gunungkidul, Tragedi yang Terus Berulang

oleh -23 views

Minimnya program berkelanjutan, lemahnya edukasi kesehatan mental, serta pendekatan yang masih reaktif menunjukkan bahwa persoalan ini belum ditempatkan sebagai prioritas. Negara, masyarakat, dan lingkungan sekitar seolah berbagi jarak—hadir setelah tragedi, bukan mencegahnya. Retrospektif ini mengajukan pertanyaan yang seharusnya dijawab bersama: sampai kapan kita menerima pengulangan gantung diri sebagai hal biasa? Sampai kapan kematian sunyi ini hanya menjadi catatan tahunan?

Mengubah keadaan membutuhkan keberanian mengubah cara pandang. Dari menyalahkan individu, menjadi membangun sistem. Dari reaksi sesaat, menjadi pencegahan jangka panjang. Dari diam, menjadi peduli yang nyata. Jika tidak, maka tahun depan—dan tahun-tahun setelahnya—kita akan kembali menulis retrospektif yang sama. Dengan cerita yang serupa. Dan kehilangan sanak saudara yang kembali terulang.

Catatan Redaksi:
Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan psikologis berat, mencari bantuan adalah langkah penting. Berbicara dengan orang tepercaya atau tenaga profesional dapat membantu. Anda tidak sendirian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *