Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H

oleh -20 views

“Berdasarkan data hisab, posisi hilal pada 17 Februari masih berada di bawah ufuk (minus), sehingga kemungkinan besar baru akan memenuhi kriteria MABIMS (tinggi minimal 3° dan elongasi 6,4°) pada tanggal 18 Februari dengan ketinggian mencapai 7,62° hingga 10,03°,” tulis BMKG.

Meski demikian, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar Kementerian Agama Republik Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, mulai pukul 16.30 WIB. Prosesnya meliputi pemaparan posisi hilal secara astronomis, laporan hasil rukyat dari berbagai daerah, hingga musyawarah penetapan oleh Menteri Agama.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B/2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *