Pakar falak Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, menjelaskan bahwa penetapan awal Ramadan tahun ini menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang kini menjadi acuan resmi Muhammadiyah menggantikan metode wujudul hilal.
Konjungsi (ijtimak) awal Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC atau 19.01 WIB. Setelah matahari terbenam, posisi hilal dinyatakan telah memenuhi parameter KHGT di Alaska, Amerika Serikat, dengan ketinggian 5° 23’ 01” dan elongasi 8° 00’ 06”.
KHGT mensyaratkan terpenuhinya parameter minimal ketinggian 5 derajat dan elongasi 8 derajat di mana saja di permukaan bumi. Karena parameter tersebut telah terpenuhi secara global, Muhammadiyah menetapkan Rabu, 18 Februari 2026 sebagai awal Ramadan.






