Berbeda dengan parameter global KHGT, pemerintah melalui Kementerian Agama menggunakan kriteria MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat yang berlaku dalam batas teritorial Indonesia serta memerlukan konfirmasi rukyat.
Di Indonesia sendiri, pada 17 Februari setelah matahari terbenam, posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga belum memenuhi kriteria tersebut. Karena itu, secara astronomis terdapat kemungkinan awal Ramadan versi pemerintah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun kepastian tetap menunggu hasil sidang isbat.
Secara metodologis, baik Muhammadiyah maupun pemerintah sama-sama menggunakan pendekatan hisab imkan rukyat, tetapi berbeda dalam implementasi dan cakupan keberlakuannya. KHGT bersifat global dan menetapkan hasil hisab sebagai dasar definitif tanpa menunggu rukyat, sementara pemerintah mensyaratkan verifikasi rukyat dalam wilayah Indonesia.






