Wujudkan Jogja Berhati Nyaman, Pemkot Yogyakarta Gelar Kerja Bakti Serentak 14 Kemantren

oleh -3 views
(Yogyakarta) – Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Kerja Bakti Serentak di 14 Kemantren se-Kota Yogyakarta untuk mendukung gerakan Jogja Berhati Nyaman, Jumat pagi (6/2/26). Agenda ini diawali dengan Apel Kerja Bakti Jogja Berhati Nyaman yang dilaksanakan di Halaman DPRD DIY, kawasan Malioboro, Yogyakarta.
          Kerja bakti difokuskan untuk pembersihan lingkungan, terutama rumput liar, saluran air, serta kebersihan kawasan, termasuk di wilayah strategis dan kawasan wisata di Malioboro.
          Sekda Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, kepada awak media di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keindahan lingkungan secara berkelanjutan kedepannya.
          “Jogja Berhati Nyaman ini bukan hanya kegiatan seremonial atau fokus di titik tertentu saja, tetapi menjadi pola hidup bersih dan sehat yang diterapkan di seluruh wilayah Kota Yogyakarta. Ke depan akan kami tindak lanjuti dengan surat edaran agar seluruh warga ikut terlibat,” jelas Dedi.
          Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan gerakan ini. Mulai dari pemilik hotel, sekolah, pertokoan, hingga warga di lingkungan tempat tinggal masing-masing diharapkan dapat meluangkan waktu 10–15 menit setiap Jumat pagi untuk membersihkan lingkungan sekitar.
           “Kalau gerakan ini tumbuh dari kesadaran masing-masing, bukan hanya mengandalkan ASN atau pemerintah, maka Jogja yang bersih dan nyaman bisa terwujud secara berkelanjutan,” tegasnya.
            Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menjelaskan bahwa kerja bakti dilaksanakan secara serentak di seluruh 14 kemantren, melibatkan seluruh Unit Perangkat Daerah (UPD) Pemerintah Kota Yogyakarta.
            “Sampah hasil kerja bakti dikumpulkan di titik-titik tertentu dan akan diangkut oleh DLH ke unit pengolahan sampah. Harapannya, dengan gerakan serentak ini, Kota Yogyakarta menjadi semakin bersih, aman, sehat, dan indah,” jelas Rajwan.
           Ia juga menyebutkan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, dan Kota Yogyakarta dinilai telah lebih dulu memulai langkah nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.
           Dukungan juga datang dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta yang menurunkan 60 personel untuk terlibat dalam kerja bakti. Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong semangat gotong royong masyarakat.
          “Kami membersihkan kawasan Malioboro sisi barat, termasuk saluran air. Harapannya, seluruh pelaku wisata dan masyarakat yang berada di Malioboro ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan ini agar tetap memberi kesan positif bagi wisatawan,” ujarnya.
           Kegiatan kerja bakti juga mendapat respons positif dari wisatawan. Gio, wisatawan asal Kediri, mengaku senang melihat adanya kerja bakti di kawasan Malioboro.
            “Kalau lingkungannya bersih, pengunjung jadi lebih nyaman. Bagus juga kalau rutin tiap Jumat, Malioboro jadi makin enak dikunjungi,” katanya.
            Hal serupa disampaikan Mega Kusuma Dewi, wisatawan asal Banyuwangi. Ia mengapresiasi perubahan kebersihan Malioboro yang semakin terasa.
            “Tadi saya kira habis hujan, ternyata memang sedang dibersihkan. Malioboro sekarang makin bersih, nyaman, dan enak buat foto-foto. Sebagai wisatawan, saya merasa lebih betah,” ungkapnya.
             Melalui kerja bakti serentak ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap Jogja Berhati Nyaman tidak hanya menjadi slogan, tetapi tumbuh sebagai gerakan bersama masyarakat demi mewujudkan Kota Yogyakarta yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi semua. (Sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *