(YOGYAKARTA) – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DIY menggelar rangkaian ziarah ke makam tokoh-tokoh pers legendaris di Yogyakarta, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi untuk mengenang jasa para perintis yang telah meletakkan fondasi kuat bagi dunia jurnalistik di Indonesia.
Ziarah dimulai sejak pukul 07.30 WIB, menyisir sejumlah titik pesareyan tokoh pers yang memiliki kontribusi besar, yakni Taman Makam Wijayabrata, penghormatan kepada Ki Hajar Dewantara, Ki H. Samawi, dan Ki Mashuri Darmosugito.
Kemudian di Pesareyan Sonyoragi, mengenang Mr. Sumanang dan di makam Pringwulung, dilakukan Doa bersama dan tabur bunga untuk tokoh pers M. Wonohito, selanjutnya ke makam Krapyak, penghormatan bagi H. Koesfandi dan Suwariyun.
Rangkaian ziarah ditutup dengan kunjungan khidmat ke makam Fuad Muhammad Syafruddin (Udin), jurnalis harian Bernas, pada pukul 10.15 WIB. Di pusara Udin, doa dan tabur bunga dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas keberaniannya membela kemerdekaan pers hingga akhir hayat.
Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, SH, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan. “Ziarah ini adalah bentuk refleksi dan peneguhan komitmen insan pers terhadap nilai-nilai independensi serta integritas. Para tokoh yang kita ziarahi hari ini telah memberikan teladan tentang keberanian, dedikasi, dan tanggung jawab moral pers kepada masyarakat,” ujar Hudono.
Apresiasi senada datang dari pihak keluarga tokoh yang dikunjungi. Wakil keluarga Samawi, HM Idham Samawi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas doa yang dipanjatkan bagi almarhum ayahandanya.
”Ini merupakan wujud nyata dari semangat ‘Jas Merah’—jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kami berharap generasi wartawan saat ini terus menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi,” ungkap Idham.
Koordinator Pokja Kerohanian, H.M. Sobirin, yang juga merupakan rekan sejawat almarhum saat meliput di Bantul, memimpin doa agar mendiang Udin mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Selain doa, PWI DIY juga kembali menyuarakan harapan agar kasus pembunuhan Udin yang terjadi pada 16 Agustus 1996 silam dapat terungkap sepenuhnya. PWI DIY tetap konsisten memperjuangkan agar Udin mendapatkan gelar Pahlawan atas dedikasinya dalam fungsi kontrol sosial dan kebebasan pers.
Melalui peringatan HPN 2026 ini, PWI DIY dan IKWI DIY menegaskan komitmennya untuk terus merawat sejarah, menghormati jasa para pendahulu, serta memastikan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab tetap tegak di tengah tantangan zaman yang kian dinamis. (Sus)







