Sudiyono menambahkan, rangkaian prosesi upacara tradisi Nyadran diawali dengan kenduri bersama yang dilakukan oleh semua warga di Padukuhan Karangmoncol, khususnya RT 04 RW 01 Desa Sanggrahan.
Selepas upacara kenduri, warga makan bersama, dan dilanjutkan silaturahim ke tempat orang tua atau saudara tertua. Dan untuk selanjutnya mereka bersama keluarga besarnya melakukan ziarah kubur di makam.

Baca juga: Puncak Kuil Fajar Dihiasi Porselin Cina, Berkilau Sepanjang Siang
“Kita berdoa bersama untuk roh para leluhur agar di tempatkan di surganya Allah. Nyadran bagi kami juga sebagai pengingat, bahwa yang dulu tidak ada, menjadi ada, dan kembali tidak ada. Nyadran juga untuk persiapan diri, membersihkan jiwa sebelum datang bulan suci Ramadhan, ini bagi yang beragama Islam, ” pungkas Sugiyono. (Agus)