Dengan adanya sinergi, demikian Halim menambahkan, pemberdayaan desa akan lebih mudah dilakukan karena terwujud secara terintegrasi. Masing-masing pihak sesuai kompetensinya, akan bahu-membahu dan saling melengkapi. Tujuannya satu yaitu memperjuangkan kemajuan daerah pedesaan.
Sinergi dan integrasi tersebut, dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang sederhana. Misalnya menggunakan data statistik pedesaan dan daerah 3T yang dimiliki kementerian pendidikan, UNY dapat menempatkan program pengabdian masyarakat di tempat-tempat tersebut.
UNY sebagai kampus guru kelak dapat mengirim mahasiswanya ke daerah tersebut untuk mengajar di sekolah maupun langsung ke masyarakat secara informal.
Pengelolaan dana desa juga dapat terbantu dengan adanya dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi, karena mereka dapat memberikan input dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) sampai keperluan administrasi.