Alumni Sarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) ini yakin bisa memajukan Surabaya yang sudah menjadi City Smart di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini. Tinggal kedepannya, kata Gus Din harus dilanjutkan yang lebih progresif dan inovatif lagi.
“Bu Risma is the best deh. Saya masuk Surabaya 1996 seperti kota hantu. Tetapi sekarang dipimpin Bu Risma, sungai dan kali bisa dimanfaatkan, hampir tidak ada kemacetan, gizi masyarakat terjamin, layanan publik terjaga, polusi sudah menjadi baik dan tingkat kesehatan serta pendidikan masyarakat meningkat. Tinggal dilanjutkan saja lebih baik,” jelas pria yang juga disapa Acong saat masih kuliah ini.
Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP) ini juga mengatakan, pemimpin Surabaya kedepan perlu tangan yang kuat dan bukan peragu. Kata pria yang bekerja sebagai konsultan media ini, Surabaya masyarakatnya keras dan dinamis, karena Surabaya adalah kota metropolitan.